Utagawa Kuniyoshi adalah seorang pelukis ukiyo-e dari akhir zaman Edo di Jepang. Katsushika Hokusai dan Utagawa Hiroshige adalah pelukis yang seangkatan dengannya. Julukannya adalah “Pelukis Gambar Aneh dari Akhir Keshogunan Tokugawa”. Kuniyoshi dilahirkan tahun 1797 sebagai putra Yanagiya Kichiemon, seorang tukang celup kain di Nihonbashi, Edo. Nama aslinya adalah Igusa Yoshisaburō. Nama lain yang juga digunakannya adalah Ichiyūsai. Ia mulai memakai nama Utagawa Kuniyoshi sejak berusia 15 tahun setelah Utagawa Toyokuni I menerimanya sebagai murid. Nama Kuniyoshi merupakan gabungan dari nama aslinya, Yoshisaburō dan nama sang guru Toyokuni. Di antara murid Toyokuni terdapat Utagawa Kunisada yang juga dikenal sebagai pelukis ukiyo-e. Setelah beberapa tahun berguru, pada tahun 1814, Kuniyoshi mulai menerbitkan sendiri karya-karyanya. Pengetahuan melukis terus diperdalamnya sambil membantu Kunisada, seniornya yang sudah mapan sebagai pelukis aliran Utagawa. Lukisan seri Suikoden (Batas Air) hasil karya Kuniyoshi banyak disukai orang. Lukisan tersebut diterbitkan tahun 1827 setelah Toyokuni meninggal.

Kuniyoshi sudah berusia lebih dari 30 tahun ketika masuk ke dalam jajaran pelukis terkenal. Seperti juga gurunya, Kuniyoshi banyak menerima murid. Di antara murid-muridnya terdapat Kawanabe Kyōsai dan Tsukioka Yoshitoshi. Kyōsai dikenal dengan pelukis “gambar-gambar unik”, sedangkan Yoshitoshi dikenal sebagai “pelukis ukiyo-e terakhir”. Kuniyoshi, 65 tahun, meninggal dunia 14 April 1861 setelah lumpuh akibat stroke di tahun 1855.
Kuniyoshi senang menggambar tokoh sejarah, legenda, dan hikayat. Karyanya terdiri dari berbagai macam genre, mulai dari gambar aktor kabuki (yakusha-e), gambar samurai (musha-e), gambar wanita cantik (bijinga), lukisan pemandangan (fūkeiga), lukisan tempat terkenal,(meisho-e) hingga gambar erotis (shunga) dan karikatur (giga). Lukisan ukuran besar (triptika) menjadi ciri khas Kuniyoshi, tiga lembar kertas berukuran ōban (36 x 25 cm) dijajarkan menjadi satu untuk gambar ikan paus, kerangka manusia, hingga hantu ukuran besar.

Kuniyoshi diketahui sangat mencintai kucing. Kucing peliharaannya banyak sekali, dan dirinya diketahui suka menggambar sambil memeluk kucing. Sejumlah lukisan Kuniyoshi menggambarkan personifikasi kucing (kucing bertingkah laku seperti manusia). Bukan hanya kucing, binatang-binatang lain seperti anjing rakun, burung gereja, dan gurita juga digambarkan bertingkah laku seperti manusia. Melalui binatang yang dilukisnya, Kuniyoshi berusaha menggambarkan keadaan kehidupan rakyat biasa di Edo. Karyanya diperkirakan sebagai salah satu cikal bakal manga dan gekiga.

Ciri khas lain lukisan Kuniyoshi adalah semangat bermain-main dalam bentuk lukisan ilusi (yose-e). Sepintas lalu, bila lukisannya diamati yang terlihat adalah wajah satu orang atau seekor binatang. Namun bila diamati lebih lanjut, di dalam lukisan tersembunyi sejumlah wajah atau beberapa ekor binatang sekaligus. Lukisannya sering berupa potret diri Kuniyoshi yang dikelilingi berbagai tokoh dan hewan dari dalam imajinasinya.

Sesuai dengan gerakan Reformasi Tenpō yang sejak 1841 melarang rakyat untuk hidup mewah, keshogunan melarang lukisan aktor kabuki dan wanita penghibur. Sejak pelarangan tersebut, tidak ada selembar pun lukisan aktor kabuki atau wanita penghibur yang diterbitkan Kuniyoshi. Walaupun demikian, tidak berarti usahanya menggambar aktor kabuki menjadi terhenti, Kuniyoshi antara lain menyamarkan wajah aktor kabuki menjadi gambar wajah kucing, ikan dan sebagainya.